salam hangat sobat Nice Met You

iklan gambar pilihan

Kamis, 11 April 2013

foto kakek dan nenek mesra

Memories of a WWII Veteran
Memories of a WWII Veteran (Photo credit: jeffsmallwood)
Anniversary kiss
Anniversary kiss (Photo credit: LensENVY)
Kiss
Kiss (Photo credit: jacqueline-w)
grandparents #1
grandparents #1 (Photo credit: twintermute)
Great-grandparents in Mortsel
Great-grandparents in Mortsel (Photo credit: futurestreet)
grandparents #2
grandparents #2 (Photo credit: twintermute)

Grandma and grandpa as teenagers
Grandma and grandpa as teenagers (Photo credit: bamalibrarylady)

balada seorang kakek ( sebuah cerita pendek )
Cer-PELI (cerita pendek sekali)

Lelaki tua itu, usianya barangkali sudah menginjak 75 tahunan. Namun kerutan kulitnya terlihat lebih banyak di tangan ketimbang di wajahnya. Badannya masih terlihat atletis, tidak gendut atau justru kerempeng, seperti lelaki tua kebanyakan.
Senyumnya selalu mengembang, terlihat bahagia sekali. Tangannya tak pernah lepas, memegang dan sesekali mengusap jemari wanita yang juga tak kalah tuanya, yang duduk bersandar di lengannya.

Sang nenek, mungkin usianya juga sudah memasuki 70 tahunan. Tapi, berani bertaruh, jika semasa muda dulu sang nenek sangat cantik. Senyumnya nampak mempesona. Matanya, meski sudah tua, tampak berkerjap-kerjap ketika berbicara. Seolah juga ingin berkata-kata bahwa hatinya tengah berbunga-bunga.

Hidung nenek kecil mancung. Serasi dengan wajahnya yang oval. Bibirnya mungilnya masih sempurna, nampak disaput tipis lipstik berwana pink. Kakek memakai jaket hitam yang lebih mirip jas. Sementara nenek memakai jaket wool warna coklat.
Penumpang kereta api eksekutif Turangga yang duduk satu gerbong dengan pasangan "senja" itu, banyak yang dibuat iri oleh kemesraan mereka. Beberapa penumpang pada berbisik-bisik ketika tiba-tiba sang nenek mencubit pelan dan manja perut sang kakek.

Ekspresi nenek menunjukkan gemas dan sayang. Sedangkan kakek hanya senyam-senyum saja.
Seorang ibu yang duduk di depan mereka, terlihat menyikut rusuk suaminya. "Malu nggak tuh kamu sama kakek dan nenek. Kawin aja baru delapan tahun, tapi mana pernah kamu mesra ke aku," bisik sang ibu ke suaminya sambil berdesis.



Tiba-tiba lelaki yang disikut istrinya memecah keheningan. "Mohon maaf kek, nek, lancang bertanya. Apa sih resepnya agar tetap rukun sampai tua begitu. Terus terang kami salut dengan kemesraan kakek nenek," katanya.

Sang nenek hanya tersenyum simpul menerima pertanyaan yang mendadak itu. "Begini nak," sang kakek mencoba mewakili menjawab, "kami selalu saling memperhatikan. Kalau sedang tidak bersama-sama atau kumpul, hampir setiap jam kami saling telpon. Tanya keadaan masing- masing. Kami saling kenal, sejak saya usia 30 tahun."

Semua penumpang yang mendengar keterangan kakek pada melongo. Mereka takjub, ternyata pasangan tua itu sudah lama sekali berinteraksi dan berhubungan. Dan selama itu pula mereka berdua tetap mampu menjaga kemesraan.
Memasuki stasiun Gubeng Surabaya, kereta melambat. Kakek dan nenek segera beranjak berdiri. Merapikan baju masing-masing dan mengambil tas kecil yang ada di rak, di atas tempat duduk. Mereka baru saja pulang dari Yogyakarta.


Ketika hendak menyusuri gerbong, nenek terlihat mesra mencium pipi kakek. Lalu dibisikinya sang kakek, "Sayangku, cintaku.......nanti kalau turun kamu lewat pintu gerbong yang belakang ya. Aku lewat depan. Tadi bapaknya anak-anak SMS, katanya, dia mau jemput aku di stasiun. Dua hari ditinggal reuni teman darma wanita katanya sudah kangen banget."
Kakek sebentar diam sebelum membalas mencium nenek sambil berkata, "Iya honey. Jaga kesehatan demi aku ya.........Sudah sayang, cepat jalan ke depan. Nanti Mas Parto tahu kalau kita pergi berdua bisa berabe kita."